Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Polda Sulsel Gelar Konferensi Pers, Indentifikasi Korban Pesawat, Kapolda: Secara Saintifik

27
×

Polda Sulsel Gelar Konferensi Pers, Indentifikasi Korban Pesawat, Kapolda: Secara Saintifik

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

47NEWS. ID. MAKASSAR – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan menggelar konferensi pers, terkait perkembangan identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Rabu, 21 Januari 2026, di Biddokkes Polda Sulsel.

Konferensi pers dipimpin itu langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H.,M.H, didampingi Karo Dokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol. dr. A. Nyoman Eddy Purnama Wirawan, DFM.,Sp.F, Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, N.S.,M.TR, Opsla, serta Kapusident Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mashudi, S.I.K.,S.H.,M.Hum, Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, M.A.R.S.,QHIA.

Example 300x600

Djuhandhani Rahardjo Puro, mengatakan, bahwa Polri mendukung penuh pelaksanaan operasi pencarian dan evakuasi yang dipimpin oleh Basarnas, baik di lapangan maupun dalam proses pembuktian secara ilmiah terhadap identitas korban.

“Hingga saat ini tim gabungan Basarnas, TNI, dan Polri telah berhasil mengevakuasi dua korban. Dari jumlah tersebut, satu korban telah berhasil diidentifikasi melalui proses identifikasi ilmiah oleh tim DVI,” ujar Djuhandhani

Sementara itu, Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, menjelaskan, bahwa pada hari Rabu, 21 Januari 2026, Tim DVI gabungan yang terdiri dari Biddokkes Polda Sulsel, didukung Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim Inafis Polda Sulsel, Pusident Polri, serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, telah menerima satu kantong jenazah untuk dilakukan proses identifikasi.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan jenazah dengan nomor PM 62 B.01 dinyatakan cocok dengan data antemortem nomor AM 004 dan telah teridentifikasi atas nama Florensia Lolita Wibisono (33),” jelas Muhammad Haris.

Di akhir konferensi pers tersebut, Kapolda Sulsel, Djuhandhani Rahardjo Puro, mengungkapkan, bahwa satu korban lainnya, saat ini, masih dalam proses identifikasi. Tim DVI terus bekerja dengan mengumpulkan dan mencocokkan data antemortem serta data pembanding guna memastikan identitas korban secara akurat.

“Identifikasi secara saintifik(mengamati, menanya hingga mengumpulkan data) ini sangat penting, tidak hanya untuk memastikan identitas korban, tetapi juga sebagai dasar pemenuhan hak-hak korban dan keluarga,” ungkap Rahardjo Puro.

47News.By

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *